Kamis, 31 Maret 2011

Reproduksi Jamur Secara Seksual

REPRODUKSI JAMUR SECARA SEKSUAL
Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniselule serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.
Jamur dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual.
Perkembangan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan sel (fragmentasi) dan pembentukan spora. Pembentukan spora berfungsi untuk menyebarkan spesies dalam jumlah besar.
Spora jamur dibedakan menjadi dua, yaitu spora aseksual dan spora seksual. Spora aseksual membelah secara mitosis dan spora seksual membelah secara meiosis. Contoh spora aseksual adalah zoospora, endospora, dan konidia. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua sel inti yaitu melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium menyebabkan terjadinya Singami, yaitu penyatuan sel dari dua individu.
Singami terjadi dalam tiga tahap, yaitu plasmogami, kariogami, dan meiosis. Pada tahap plasmogami, terjadi penyatuan dua protoplas membentuk sel yang mengandung dua inti yang tidak menyatukan diri selama pembelahan sel (stadium dikariot). Pada saat bersamaan, terjadi pula pembelahan inti bersama. Setelah pembentukan benda buah, terjadilah peleburan sel haploid (kariogami) inti zigot yang diploid. Setelah ini, baru terjadi meiosis, yaitu pembelahan sel dan pengurangan jumlah kromosom menjadi haploid kembali.
Beberapa tipe spora seksual adalah askospora, basidiospora, zigospora, dan oospora.
Perkawinan jamur Ascomycota menghasilkan askospora. Basidiospora adalah spora yang dihasilkan oleh jamur Basidiomycota. Askospora terdapat di dalam askus dan berjumlah 8 spora, sedangkan basidiospora terdapat di dalam basidium dan berjumlah 4 spora.

Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak (“batang”) dan bagian yang mendatar atau membulat.atau Jamur merupakan organisme yang tidak mempunyai klorofil sehingga dia tidak mempunyai kemampuan untuk memproduksi makanan sendiri atau dengan kata lain jamur tidak bisa memanfaatkan karbondioksida sebagai sumber karbonnya.
Morfologi Jamur
Jamur tingkat tinggi maupun tingkat rendah mempunyai ciri yang khas, yaitu mempunyai benang tunggal atau bercabang-cabang yang disebut hifa. Kumpulan dari hifa-hifa akan membentuk miselium. Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Jamur merupakan organisme eukariotik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) mempunyai spora, 2) memproduksi spora, 3) tidak mempunyai klorofil sehingga tidak berfotosintesis, 4) dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual, 5) tubuh berfilamen dan dinding sel mengandung kitin, glukan, selulosa dan manna (kutipan dari mikrobiologi umum karangan Drs. Lud Waluyo, M.Kes)
Ciri-Ciri Umum Jamur
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.
1. Struktur Tubuh
Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel,misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.
Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.
Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.
2. Cara Makan dan Habitat Jamur
Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.


a. Parasit obligat
merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan diluar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS)
b.Parasitfakultatif
adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok.
c.Saprofit
merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati.Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.
Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.
Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.



REPRODUKSI JAMUR
2. REPRODUKSI SEKSUAL
Reproduksi seksual pada jamur memerlukan 2 jenis jamur yang cocok
atau kompatibel, yang ditandai dengan kode + atau – atau A dan a. Proses reproduksi seksual ini pada dasarnya melalui 3 fase, yaitu:
a. Plasmogami : persatuan 2 protoplasma yang membawa inti untuk berdekatan satu sama lainnya dalam sel yang sama
b. Karyogami : persatuan dua inti. Pada kebanyakan jamur sederhana,
c. Miosis : penurunan jumlah kromosom menjadi haploid. Pada siklus seksual sejati ketiga proses ini terjadi dan biasanya pada tempat tertentu. Jika hanya satu talus, baik haploid ataupun diploid dalam siklus hidup jamur, maka siklus hidup ini dinamakan haplobiontik (haplos= satu, biontik=hidup). Akan tetapi bila talus haploid diselingi dengan talus diploid, maka siklus hidup ini dinamakan diplobiontik (diplo=dua, biontik=hidup)
Sejauh yang diketahui jamur yang mempunyai miselium diploid adalah Oomycetes. Siklus hidup biontik terjadi pada jamur akuatik Allomyces, oelomomyces, parasit nyamuk, beberapa ragi dan kemungkinan Plamodiophoromycota.
Metode perkembangbiakan secara seksual antara 2 jamur yang cocok atau kompatibel dapat melalui beberapa cara, yaitu:
a. Persatuan Planogamet
yaitu terjadi penggabungan 2 planogamet denngan yang lain.

Gambar Persatuan Planogamet pada Jamur
b. Kontak Gametangium (Gametangi)
adalah dua gametangia yang berbeda sex dan mengadakan hubungan dan plasmogamy yang mendapat struktur tambahan yang disebut tuba fertilisasi (oomycetes) dan trichogyne (Ascomycetes)
Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis. Disini, stuktur bantalan gamet disebut gametangia dating dekat satu sama lain dan mengembangkan sebuaah tabung pembuahan melalui gamet jantan bermigrasi ke gametangium betina.


Gamabar Kontak Gametangium
c. Persatuan Gametangium ( Gametangiogami)
Yaitu terjadi kontak atau penggabungan antara gamet jantan dan betina.

Gambar Persatuan Gametangium
d. Spermatisasi
pada jantan disebut spermatia yang dapat menempel pada trichogyne (Ascomycetes) atau menerima hypha (Basidiomycetes), lubang berkembang pada ujung dari hubungan dan isi dari spermatial bermigrasi untuk menjadi bentuk yang baru.

Gambar Spermatisasi
e. Somatogami
adalah penggabungan dua struktur vegetatif yang bertujuan plasmogamy dalam siklus seksual.


Gambar Somatogami


DAFTAR PUSTAKA
http://hendry1.wordpress.com/2010/08/08/jamur-dan-perkembangbiakannya/
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1990201-reproduksi-jamur/
Moore RT. (1980). "Taxonomic proposals for the classification of marine yeasts and other yeast-like fungi including the smuts". Botanica Marine 23: 361–73.
The classification system presented here is based on the 2007 phylogenetic study by Hibbett et al.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar